Kamis, 14 April 2011

Pada mulanya pulau Papua merupakan dasar lautan Pasifik yang paling dalam dan juga merupakan lempeng Australia (lempeng Sahul) yang berada di bawah dasar lautan Pasifik tetapi akibat adanya pertemuan/tumbukan lempeng (tektonik lempeng) antara lempeng benua Australia (Lempeng Sahul) dan lempeng Samudera Pasifik sehingga terangkatnya lempeng Australia menjadi pulau di bagian Utara Australia. Pertemua/tubukkan lempeng ini sehingga menyebabkan terbentuknya gugusan pegunungan Tengah dan gugusan pegunungan di wilayah Kepala Burung. (Hamilton, 1979; Dow et al., 1988). Papua merupakan lempeng Australia sehingga dapat ditemukan berbagai jenis bebatuan yang mirip antara Australia dan Papua. Proses pengangkatan pulau Papua dari Dasar lautan Pasifik sehingga kini telah ditemukan berbagai kerang (bia) dan pasir laut di berbagai wilayah pegunungan Tengah dan Pegunungan Kepala Burung. Akibat pengangkatan ini akhirnya pulau Papua mulai terhubung dengan benua Australia sehingga mulai terjadi migrasi Hewan dan Manusia dari daratan Australia ke wilayah Papua sebelum terjadinya pencairan es di kutub akibat adanya pemanasan global. Proses geologi Papua ini baru terjadi sekitar 60an jutaan tahun silam sehingga masih bisa ditemukan kerang di wilayah daratan Papua. Menurut istilah geologi bahwa proses pertemuan lempeng disebut Convergent dan proses pemisahan lempeng disebut Divergent. Sehingga Papua merupakan proses Konvergen antara lempeng Samudera dan lempeng Benua seperti pada gambar di bawah ini. Gambar. 1. Proses Konvergen antara lempeng Samudera Pasifik dan Benua Australia Sumber: Download dari internet Gambar. 2. New Guinea dan Australia Plate Sumber: Universitas Monash (http://sahultime.monash.edu.au/explore.html) Berdasarkan proses geologi tersebut sehingga 3 (tiga) ahli Geologi Wallace, Weber dan Lydekker berusaha menarik garis batas antara lempeng Sahul dan lempeng Sunda seperti terlihat pada gambar di bawah ini: Gambar. 3. Pembatasan Lempeng Sahul dan Sunda oleh Lydekker Sumber: Lydekker Line. Wikipedia English

Pada mulanya pulau Papua merupakan dasar lautan Pasifik yang paling dalam dan juga merupakan lempeng Australia (lempeng Sahul) yang berada di bawah dasar lautan Pasifik tetapi akibat adanya pertemuan/tumbukan lempeng (tektonik lempeng) antara lempeng benua Australia (Lempeng Sahul) dan lempeng Samudera Pasifik sehingga terangkatnya lempeng Australia menjadi pulau di bagian Utara Australia. Pertemua/tubukkan lempeng ini sehingga menyebabkan terbentuknya gugusan pegunungan Tengah dan gugusan pegunungan di wilayah Kepala Burung. (Hamilton, 1979; Dow et al., 1988).
Papua merupakan lempeng Australia sehingga dapat ditemukan berbagai jenis bebatuan yang mirip antara Australia dan Papua.

Proses pengangkatan pulau Papua dari Dasar lautan Pasifik sehingga kini telah ditemukan berbagai kerang (bia) dan pasir laut di berbagai wilayah pegunungan Tengah dan Pegunungan Kepala Burung. Akibat pengangkatan ini akhirnya pulau Papua mulai terhubung dengan benua Australia sehingga mulai terjadi migrasi Hewan dan Manusia dari daratan Australia ke wilayah Papua sebelum terjadinya pencairan es di kutub akibat adanya pemanasan global.
Proses geologi Papua ini baru terjadi sekitar 60an jutaan tahun silam sehingga masih bisa ditemukan kerang di wilayah daratan Papua.
Menurut istilah geologi bahwa proses pertemuan lempeng disebut Convergent dan proses pemisahan lempeng disebut Divergent. Sehingga Papua merupakan proses Konvergen antara lempeng Samudera dan lempeng Benua seperti pada gambar di bawah ini.

 
Gambar. 1. Proses Konvergen antara lempeng Samudera Pasifik dan Benua Australia

Sumber: Download dari internet


Gambar. 2. New Guinea dan Australia Plate
Sumber: Universitas Monash (http://sahultime.monash.edu.au/explore.html)

Berdasarkan proses geologi tersebut sehingga 3 (tiga) ahli Geologi Wallace, Weber dan Lydekker berusaha menarik garis batas antara lempeng Sahul dan lempeng Sunda seperti terlihat pada gambar di bawah ini:


Gambar. 3. Pembatasan Lempeng Sahul dan Sunda oleh Lydekker

Sumber: Lydekker Line. Wikipedia English

Rabu, 05 Januari 2011

indah pada waktunya

indah rencana mu TUHAN diDlam hidup Q wlau ku tahu dan merasa indah rencana mu tp q mengtrti skrng kau tolong pd q kini ku melihat dan ku merasakan indah rencana Mu????
thanxs GOD dah pa yg ENGKAU berikan didLam hidup Q,pkrjaan,n keluarga Q
Seorang wanita yang tidak bertanggung jawab, meninggalkan seorang bayi pada seorang pria cacat mental bernama Sam. Sam tidak memiliki kecerdasan yang cukup. Sam hanya memiliki cinta yang tulus pada Lucy si bayi. Dia hidup hanya sebagai pelayan di salah sebuah cafe dengan gaji kecil. Tetapi berkat cintanya yang murni, ia dapat membesarkan Lucy hingga usia 7 tahun. Tetapi sayangnya dinas sosial memisahkan mereka karena mengkuatirkan masa depan Lucy . Seorang pengacara sudah berusaha membantunya. Pengacara ini juga memiliki seorang anak, namun ia tidak pernah merasakan kedekatan dengan anaknya, oleh karena ia sibuk, hanya kemewahan yang dia berikan. Anaknya merasa kesepian. Sangat bertolak belakang dengan klien yang sedang dibelanya yaitu Sam. Saat Sam dan Lucy dipisahkan, Lucy berkata sambil menangis “ Aku membutuhkan kasih sayang, ayah lain tidak seperti Sam. Aku tak ingin berpisah dari Sam.”

Kisah singkat tentang ungkapan kasih tulus dari seorang lugu yang cacat mental. Yang tidak dapat diberikan oleh mereka yang normal. Kasih sayang yang tulus lebih berharga dari pada sebuah kemewahan. Jika dalam diri seseorang tidak terpenuhi rasa ingin disayang, maka sepanjang hidupnya ia akan merasakan sebuah kekosongan yang tidak ia temukan dimanapun. Kasih sayang yang tulus dapat memberikan rasa sukacita yang tidak dapat dibeli dengan harta, ada rasa nyaman, aman, dan membuat semangat hidup seseorang menyala. Dalam diri setiap manusia pasti membutuhkan itu. Tuhan Yesus memberikan kasihNYA yang tulus pada kita. Ia selalu mendampingi kita dengan ROH KUDUS yang DIA berikan. Mari kita pun belajar untuk memberikan rasa kasih sayang yang tulus pada sesama. Bukan kasih yang pura-pura. Kasih sayang yang tulus dapat mengikat seseorang tanpa dapat dipisahkan. Namun sayang, kasih sayang yang tulus jarang dimiliki oleh manusia jaman kini. Kasih sudah mulai pudar, kasih sudah penuh dengan keegoisan. Marilah kita menjadi orang yang salah satunya dapat memberikan kasih sayang yang tulus tersebut. Maka Nama Yesus akan dimuliakan. Amin.